Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum Fakultas Tarbiyah: Langkah Kongkret Pengembangan Kurikulum Tahun Ajaran Baru

Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum Fakultas Tarbiyah: Langkah Kongkret Pengembangan Kurikulum Tahun Ajaran Baru

UNIDA Gontor – Sebagai salah satu proses pengembangan kurikulum prodi-prodi di lingkungan Fakultas Tarbiyah, evaluasi pelaksanaan kurikulum tahun akademik 2017-2018 adalah langkah kongkret yang harus diambil Fakultas. Kegiatan evaluasi pelaksanaan kurikulum menjadi agenda tahunan Fakultas Tarbiyah untuk mengevaluasi proses pelaksanaan kurikulum selama satu tahun ajaran penuh. Evaluasi yang dilakukan mencakup pelaksanaan proses KBM Prodi PAI dan PBA serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dosen dan mahasiswa.

Program kegiatan evaluasi pelaksanaan kurikulum Fakultas Tarbiyah pada tahun ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Mei 2018 di Hall Bale Rasa Resto Ponorogo. Program kerja yang direncanakan sebelum masa liburan mahasiswa UNIDA Gontor tersebut dilaksanakan oleh panitia pelaksana dengan mengundang Fungsionaris Fakultas Tarbiyah, Pakar Kurikulum Tarbiyah, dan dosen-dosen Fakultas Tarbiyah. Dimulai pada pukul 08.00 WIB, acara ini di buka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. H. Imam Bahroni, M.A.,M.L.Sc dan dilanjutkan dengan pembacaan hasil evaluasi pelaksanaan kurikulum Prodi PBA dan PAI.

Dalam evaluasi diagendakan dua kegiatan inti, pembacaan evaluasi pelaksanaan kurikulum prodi dan forum diskusi untuk menjaring masukan, saran, dan kritik terhadap pelaksanaan kurikulum. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 30 undangan tersebut berjalan dengan khidmad, teratur, dan lancar. Interaksi yang cukup aktif dari setiap peserta menjadikan proses evaluasi menjadi lebih hidup dan penuh dengan masukan serta saran pengembangan kurikulum yang beraneka ragam.

Di antara poin penting evaluasi ini adalah usulan kepada WR 1 UNIDA Gontor terkait dengan perubahan nama mata kuliah kepesantrenan dan kepondokmodernan menjadi Gontor Worldview yang dipandang lebih mampu merepresentasikan muatan materi yang akan diberikan kepada mahasiswa. Di samping itu, jumlah pertemuan yang ditentukan oleh BAAK sejumlah 14 pertemuan perlu untuk dicermati kembali, sehingga mampu memberikan kejelasan bagi dosen pengampu mata kuliah terkait batasan-batasan yang harus di laluinya dalam mengajar. Saran penting lainnya adalah keseimbangan antara kehadiran dosen dan mahasiswa harus dapat diperhatikan dan dipertanggunjawabkan sesuai dengan SOP yang berlaku.

Dipenghujung acara, bapak Wadek Fakultas Tarbiyah, K.H. Heru Saiful Anwar, M.A. berkenan untuk memimpin doa dan dilanjutkan dengan penutupan acara dan ramah tamah bersama seluruh undangan. “Kegiatan tahunan Fakultas Tarbiyah yang sejenis kegiatan ini harus dimanfaatkan dengan maksimal untuk tujuan pengembangan kurikulum prodi-prodi di bawah Fakultas Tarbiyah” Kata Dr. Moh. Mukhlas, M.Pd. dosen dan pakar kurikulum Pendidikan Islam. (Alif Cahya Setiyadi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *