Format Penulisan Proposal Skripsi

A. Format Penulisan Proposal Skripsi

Proposal penelitian meliputi komponen berikut:

  1. Judul
  2. Latar Belakang
  3. Rumusan Masalah
  4. Tujuan Penelitian
  5. Manfaat Penelitian
  6. Landasan/Kajian Teori
  7. Hasil Penelitian yang Relevan
  8. Hipotesis Penelitian (jika ada)
  9. Metode Penelitian
  10. a) Jenis dan Desain Penelitian
  11. b) Teknik Pengumpulan Data
  12. c) Teknik Analisis Data
  13. Sistematika Penulisan
  14. Daftar Pustaka

B. Beberapa Penjelasan

Format proposal skripsi di atas merupakan format yang ditetapkan sebagai pedoman penyusunan proposal skripsi di lingkungan Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor. Selanjutnya, sebagai bahan pertimbangan di bawah ini diberikan penjelasan terhadap beberapa komponen atau isi proposal ataupun skripsi.

1. Judul

Merupakan judul penelitian yang sudah disetujui  dekan pada rapat penentuan judul skripsi Fakultas Tarbiyah.

2. Latar Belakang Masalah

Berisi alasan yang mendasari pilihan tema penelitian yang mengharuskan ada pemecahan secara ilmiah. Pada bagian ini, peneliti bermaksud membangun argumen bahwa penelitiannya itu penting dan menarik.

3.Rumusan Masalah

Rumusan masalah merupakan pertanyaan yang lengkap dan terperinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan batasan masalah.

Susunan singkat, padat, jelas, dan diungkapkan dalam bentuk kalimat tanya, misalnya: “apakah” (what) untuk penelitian yang bertujuan menggambarkan (to describe) dan mengeksplorasi (to explore),bagaimana” (how) untuk penelitian yang bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan (to describe and to explain), dan “mengapa” (why) untuk penel itian yang bertujuan menjelaskan dan memahami (to understand).

4. Tujuan Penelitian

Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu kepada isi dan rumusan masalah penelitian. Tujuan penelitian dirumuskan dalam bentuk pernyataan, maka tujuan penelitian dirumuskan dengan pertanyaan. Beberapa istilah berikut bisa dipakai, yang sekaligus menunjukkan “apa” tujuan dari suatu penelitian: (a) to explore, untuk penelitian yang bertujuan “mengeksplorasi” atau “menjajaki”, (b) to describe, menggambarkan realitas sosial, (c) to explain, menjelaskan, menunjukkan hubungan sebab-akibat, membuktikan suatu teori tertentu, (d) to understand, memahami realitas sosial, (e) to predict, memprediksi.

5. Kegunaan/Manfaat Penelitian

Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian berisi signifikansi penelitian, baik bagi pengembangan ilmu (teoritis) maupun masyarakat (sosial) atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas (praktis). Uraian pada bagian ini diharapkan dapat menyimpulkan bahwa penel itian terhadap masalah yang dipilih memang bermanfaat untuk dilakukan. Bagian ini menjadi acuan untuk memberikan saran sebagai bentuk rekomendasi akhir dalam penelitian.

6. Kajian Teori

Kajian teori (theoretical framework) digunakan untuk jenis penelitian kualitatif, yang isinya berupa deskripsi teoritis terhadap variabel yang akan diteliti. Kajian teori juga merupakan serangkaian konsep, definisi, preposisi, yang saling berkaitan dan bertujuan untuk mendapatkan gambaran sistematis tentang fenomena sosial. Dalam praktiknya, di pembahasan akan tampak penggunaan istilah ilmiah tertentu yang dipahami secara lughatan dan istilahan.

7. Landasan Teori

Landasan teori digunakan pada jenis penelitian kuantitatif yang isinya, berupa deskripsi teoritis terhadap variabel yang akan diteliti, yang menyangkut definisi konsep/variabel serta hubungannya dengan konsep/variabel lain. Landasan teori (theoretical framework) juga berfungsi sebagai alat analisis data secara deduktif maupun induktif. Sebaiknya, kajian teoritik dan telaah terhadap temuan-temuan penelitian didasarkan pada sumber kepustakaan primer, yaitu bahan pustaka yang isinya dapat dipergunakan sebagai penunjang.

Landasan teori dapat diambil dari berbagai sumber, seperti jurnal penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar dan diskusi ilmiah, terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain.

Pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji didasarkan pada dua kriteria, yakni prinsip kebaruan (novelty), kecuali untuk penelitian historis dan prinsip keterkaitan (relevance).

Prinsip kebaruan ini penting karena ilmu berkembang dengan cepat. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode mungkin sudah ditinggalkan pada periode yang lain. Dengan prinsip kebaruan, peneliti dapat berargumentasi berdasar teori-teori yang pada waktu itu dapat dipandang paling representatif. Prinsip relevansi diperlukan karena sangat bermanfaat untuk menguraikan keterkaitan teori atau hasil penelitian yang paling mutakhir dalam suatu cabang ilmu yang diteliti.

8. Hipotesis Penelitian

Hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya.

Rumusan hipotesis yang baik hendaknya:

  1. Menyatakan keterkaitan antara dua variabel atau lebih
  2. Dituangkan dalam bentuk kalimat deklarasi atau kalimat pernyataan.
  3. Dirumuskan secara singkat, padat dan jelas, serta;
  4. Dapat diuji secara empiris

9. Metode Penelitian

Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Unsur-unsur yang terdapat pada metode penelitian sangat beragam, tergantung jenis penelitiannya. Kandungan metode penelitian kualitatif tidak sebanyak dan serumit penelitian kuantitatif. Metode penelitian mencakup minimal tiga hal; pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data.

10. Sistematika Penulisan

Yang terpenting dan perlu ditekankan adalah penulisan sistematika harus menunjukkan adanya konsistensi antar komponen, dalam hal ini alasan (logis) mengapa pembahasan “tertentu” ada pada bab “tertentu” sementara pembahasan yang “lain” ditaruh di bab atau pasal yang “lain” dan apa kaitan antar bab atau antar pasal.

11. Daftar Pustaka

Bahan pustaka yang yang dimasukkan dalam daftar pustaka hanya bahan yang sudah disebutkan dalam teks skripsi saja. Artinya, bahan pustaka yang hanya dipakai sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks skripsi tidak boleh dimasukkan dalam daftar pustaka. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam batang tubuh skripsi harus dicantumkan dalam daftar pustaka. Tata cara penulisan daftar pustaka dibahas pada bab lain dalam buku pedoman ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *