Mendidik Anak Sholat Ala Rasulullah SAW

Mendidik Anak Sholat Ala Rasulullah SAW

Oleh: Haerul Akmal, M.H

Memberikan pendidikan kepada seorang anak yang sudah mulai tumbuh merupakan sebuah keharusan dan kewajiban bagi orang tua, lebih-lebih pendidikan sholat. Karena pentingnya pendidikan sholat ini, sesampai pada sebuah hadist Rasulullah saw memerintahkan kepada orang tua untuk menyuruh anak-anak mereka melaksanakan sholat pada umur 7 tahun dan memukulnya pada umur 10 tahun apabila meninggalkan sholat, sebagaimana hadist berikut:

عن عمرو بن شعيب، عن أبيه، عن جده -رضي الله عنه- قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: مُرُوا أولادَكم بالصلاةِ وهم أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، واضْرِبُوهُمْ عليها، وهم أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ في المَضَاجِعِ

Artinya: Dari Amr Bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Perintahkan anak-anakmu melaksanakan sholat sedang mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka karena tinggal sholat sedang mereka berusia 10 tahun dan pisahkan antara mereka di tempat tidurnya.” (H.R Abu Daud)

Manusia tumbuh melalui fase-fase kehidupan, dimulai dari anak kecil yang belum mumayyiz (belum bisa membedakan antara yang baik dan buruk), terdapat perkataan ulama tentang usia ini: “mereka adalah anak yang belum bisa membedakan antara kurma dan bara api begitu juga antara kebaikan dan keburukan”. Maka anak seperti ini belum dibebankan kepada mereka kewajiban apapun dari pada syariat, Akan tetapi apabila mereka sudah bisa melakukan suatu perbuatan, maka orang tua harus membimbingnya. Apabila orang tua mereka tahu bahwa mereka bisa menghafal al Qur’an, maka hendaklah ia membantu mereka menghafal, jika ia tahu bahwa mereka suka sholat maka janganlah ia melarangnya, akan tetapi orang tua harus memotivasinya untuk sholat dan sholat, dengan catatan bahwa mereka tidak dipertintahkan dan atau dibebankan kepada mereka, karena mereka belum pantas untuk diperintah dan mereka dan dibebankan.

Setelah itu, ia akan berpindah menuju usia tamyiz, patokannya adalah sebagaimana perkataan sebagian ulama: “Tidak ada batas tertentu, tapi dengan sikap anak itu”. Apabila seorang anak telah mampu membedakan antara hal yang merugikan dan bermanfaat, maka diaktakan ia telah masuk usia tamyiz. Dan sebagian ulama berpendapat: “Tamyiz dimulai dari umur tujuh tahun”. Dan pendapat ini lebih tepat sebagaimana hadist Rasulullah saw di atas.

Perintah Rasulullah saw diatas merupakan perintah yang sangat lembut, membimbing dan menyemangati, tanpa ada hukuman sama sekali tanpa ada hukuman. Dan dari hadist ini kita dapat mengetahui bahwa Rasulullah saw memerintahkan untuk memotivasi tanpa mengancam, tanpa memukul, tanpa mencela, tanpa menghina, dan tanpa hukuman apapun, sampai ia berumur 10 tahun.

Perlu diperhatikan bahwa, bahwa wajib bagi orang tua selama 3 tahun, memerintahkan anak-anak mereka untuk sholat, walaupun sebenarnya sholat belum wajib atas mereka. Artinya bahwa orang tua wajib memerintahkan sholat kepada mereka, tapi hukum shoalt belum wajib atas mereka. Artinya lagi bahwa apabila orang tua tidak memerintahkan anak-anaknya untuk sholat pada umur ini, maka orang tua berdosa, dan apabila anak-anak tersebut tidak sholat, maka mereka tidak berdosa. Dan usahakan untuk selalu memerintahkan anak untuk sholat setiap kali waktu sholat datang.

Apabila mereka sudah mencapai umur 10 tahun, dan mereka meninggalkan sholat, tetap mereka tidak berdosa. Akan tetapi apabila mereka meninggalkan sholat pada umur 10 tahun, maka wajib untuk dipukul. Hal tersebut untuk membiasakan mereka, agar kelak ketika sudah dewasa, mereka sudah terbiasa untuk sholat.

Dari umur 10 tahun sampai anak balilgh, mulailah dididik dengan hukuman, dan diantara bentuk hukuman itu adalah pukulan. Dengan tujuan agar anak tersebut mau melaksanakan sholat. Seperti inilah cara mendidik untuk sholat, yang diajarkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW.


Kontribusi artikel dari Prodi Perbandingan Madzhab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *