PPL Sebagai Sarana Praktik Mahasiswa Fakultas Tarbiyah

PPL Sebagai Sarana Praktik Mahasiswa Fakultas Tarbiyah

Pembukaan PPL Fakultas Tarbiyah Kampus Siman dan Rabithah                                                                       

UNIDA Gontor – Praktek Pengayaan Lapangan (PPL) adalah salah satu materi wajib Fakultas Tarbiyah yang harus diambil oleh setiap mahasiswa Semester 6. Sebagai sarana untuk praktik mahasiswa Fakultas Tarbiyah, PPL menjadi salah satu syarat kelulusan materi sebelum mengajukan skripsi di semester depan.

Di penghujung bulan Januari 2021 pada tanggal 31, pembukaan PPL Kampus Pusat dan Rabithah tahun ini diadakan dua pekan setelah UTS Semester Genap di Aula CIOS UNIDA Gontor. Peserta PPL berasal dari semua mahasiswa semester 6 Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor.

Para peserta dihimbau untuk mempersiapkan persiapan yang matang. Berdasarkan tujuan Fakultas Tarbiyah yang utama adalah terlaksananya proses pendidikan dan pengajaran di bidang Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Bahasa Arab. Sehingga untuk mempersiapkan pendidikan dan pengajaran yang matang pun perlu membuat laporan Prota (Program Tahunan), Promes (Program Semester), Silabus, dan RPP (Rancangan Persiapan Pembelajaran).

Selaku Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah I, Dr. Ihwan Mahmudi, M.Pd memberikan sambutan pertamanya tentang PPL secara jelas dan singkat. “Sebagai mahasiswa UNIDA Gontor kalian harus memahami visi misi universitas yang memiliki 3 unggulan; pertama, sebagai mahasiswa harus mampu memahami Islamisasi Ilmu Pengetahuan. Kedua, sebagai santri, harus memahami tentang kepesantrenan. Dan ketiga, harus faham tentang bahasa al-Qur’an yakni bahasa Arab, terlebih khususnya mampu untuk menghafalkannya. Belum sah menjadi mahasiswa UNIDA Gontor jika belum hafal tentang poin-poin ini. Dan belum sah menjadi mahasiswa Fakultas Tarbiyah jika belum hafal tentang visi misi Fakultas Tarbiyah.”

Untuk memahami visi misi Fakultas Tarbiyah, Prodi PAI, PBA, dan TBI harus faham tentang Metodologi Pembelajaran, Strategi Belajar Mengajar, Desain Pembelajaran, Evaluasi Pendidikan, Media Pembelajaran, Teknologi Pembelajaran dan lain sebagainya. Setelah faham tentang fakultas, harus bisa faham lagi tentang materi khusus yang ada di Prodinya masing-masing.

“Faham  Metodologi Pembelajaran, tidak cukup hanya faham tentang teori, namun juga harus faham metode dan strateginya,” tambah beliau.

PPL adalah sarana untuk praktiknya, apakah mahasiswa mampu menguasai secara teori? Di Fakultas Tarbiyah, mahasiswa itu dicetak untuk menjadi pendidik. Sebagai seorang pendidik atau guru, harus mengetahui 4 kompetens; kompetensi profesional, kompetensi pedagogis, kompetensi sosial, dan kompetensi individu.

Kompetensi Profesional : faham dan menguasai materi. Kompetensi Pedagogis : kemampuan dalam menguasai kelas. Contoh, ada siswa yang ngantuk dibiarkan, ada siswa yang sering ghoib dibiarkan, berarti guru ini tidak memiliki kompetensi pedagogis. At-Thariqah ahammu mina-l-madah. Kegiatan Sosial : bagaimana seorang guru mampu berkomunikasi dengan guru lainnya bahkan seniornya. Kegiatan Individu : wal mudarris ahammu min at-thariqah, wa ruhul mudarris ahammu min mudarris nafsihi. Kompetensi individu ini berkaitan dengan karakternya. Karakter akhlaq (jujur, disiplin, santun, dan lain-lain) dan karakter kerja (etos kerja).

Hal inilah yang harus dimiliki seorang guru, harus sempurna. Karena jika ada yang salah, akan ditiru pendidiknya.  Di PPL inilah mahasiswa diuji apakah ia layak menjadi seorang guru yang kompeten. Dan PPL ini sebagai implementasi teori-teori yang ada di mata kuliah Fakultas. Misalkan, dalam membuat RPS dan silabus bisa didapatkan dari materi Desain Pembelajaran.

Pada sambutan kedua, Dr. Heru Saiful Anwar, M.A. sebagai Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah III, beliau menambahkan beberapa poin tentang sikap seorang guru, “Seorang guru itu harus memiliki penguasaan materi, yaitu harus tahu, faham dan menguasai materi. Artinya dia mampu mempersiapkan materi, yaitu i’dad, bukan hanya take book, tapi juga mampu menelaah dari buku-buku lain غزير المادة.”

“Dulu Pak Zar menjelakskan tentang tujuan-tujuan mengajar. Tujuan mengajar Durus al-Lughoh al-Arabiyah (materi bahasa Arab) ja’lu talamidz yatakallamun (agar murid mampu berbiacara bahasa Arab), mengajar Nahwu-Shorof ja’lu talamidz yafhamun (agar murid mampu memahami bahasa Arab), dan mengajar Fiqih ja’lu talamidz yaf’alun (agar murid mampu mempraktikkan sesuai dengan syariah),” jelas beliau.

“Mulailah Mengajar dengan Tersenyum”, ini adalah judul buku yang sangat menginspirasi. Kutipan bagus dari buku ini, seorang guru tidak akan pernah mengajar jika kita belum menguasai materi dan belum ikhlas dalam mengajar. Seorang guru akan merasa sedih jika anak didiknya belum faham tentang apa yang ia ajarkan.

Acara PPL ditutup dengan doa oleh Dr. Heru Saiful Anwar, M.A. Setelah pembukaan ditutup, Al-Ustadz Defi Firmansyah, M.A. memberikan pengarahan sebagai penanggung jawab PPL 2021 Fakultas Tarbiyah tentang proses kegiatan PPL yang akan diadakan di kampus masing-masing dikarenakan adanya pandemi covid-19.

Selain itu, beliau mengingatkan kembali kepada mahasiswa Faklutas Tarbiyah Semester 6, bahwa di tengah kesibukan mereka ini dalam kegiatan PPL dan kepanitiaan lainnya, masih ada persiapan Skripsi semester depan.

Al-Ustadzah Fitri Setyorini, M.Pd.I sebagai penanggungjawab Edu-Fest, juga menambahkan beberapa pengarahan tentang proses PPL ini yang berkaitan dengan kegiatan di luar kelas. Karena hakikatnya proses pendidikan itu ada pada seluruh aspek kehidupan, tidak hanya berkaitan dengan hal belajar mengajar di dalam kelas, namun juga kegiatan ekstrakulikuler di luar kelas sebagai penguasaan seorang pendidik di dalam setiap kegiatan yang ada di dalam PPL ini.


Au. Riza N/Rev. Ahmad Kali Akbar, M.Pd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *