Rapat Evaluasi Tahunan Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor

Rapat Evaluasi Tahunan Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor

UNIDA Gontor – Evaluasi tahunan merupakan kegiatan rutin yang wajib diadakan guna menilai program-program yang telah terlaksana selama setahun agar program ke depannya bisa dilaksanakan lebih baik. Evaluasi adalah suatu pengukuran dan perbaikan suatu kegiatan, seperti membandingkan hasil kegiatan dan menganalisisnya. Tujuan diadakan evaluasi adalah untuk memahami kinerja, tujuan, dan fungsinya, serta untuk meningkatkan kualitas dan mutu suatu organisasi atau komunitas tertentu.

Sabtu, 10 April 2021 yang bertepatan dengan 28 Sya’ban 1442 H, evaluasi tahunan Fakultas Tarbiyah dilaksanakan di Hall CIOS oleh seluruh fungsionaris Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor. Diawali dengan lantunan surat al-Qur’an oleh salah satu dosen Fakultas Tarbiyah, al-Ustadz Hibatul Wafi, M.Pd., acara evaluasi ini dimulai dengan khidmat.

Sebelum evaluasi dari masing-masing bagian dibacakan, Dr. Agus Budiaman, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah membuka acara dengan mengutip ayat al-Qur’an di surat Al-Hasyr ayat 18 sebagai pengantar:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), ….”

Ayat ini menjadi landasan dasar untuk selalu melakukan evaluasi untuk rencana di masa depan. “Yang paling penting dalam rapat ini adalah apa yang hendak kita lakukan pada esok hari. Al-Qur’an telah mengingatkan kita sekarang bahkan esok hari apa yang akan kita lakukan. Tentunya dalam melakukan kegiatan untuk ke depannya adalah berkaca pada kegiatan sebelumnya yang telah dilaksanakan. Jika kita akan merencanakan sesuatu yang hebat untuk hari esok maka berkacalah berdasarkan apa yang telah dijalani hingga sekarang ini,” tegas beliau dalam arahannya.

Beliau menambahkan poin penting kedua, “Evaluasi ini semata-mata bukan suatu kekurangan. Ini adalah pemahaman yang salah, namun yang tepat ialah bahwa kita harus selalu melihat secara utuh tentang kekurangan dan kelebihan dari program-program yang ada. Karena dampaknya ke depan akan sangat berpengaruh. Ini namanya proses identifikasi, identifikasi mana program-program unggulan dan yang tidak, untuk menjadi lebih baik. Analisis SWOT kelemahan menjadi tantangan dan kelebihan akan menjadi peluang bagi kita. Mudah2an kita tahu tentang manajemen yang sehat dan dapat merealisasikannya.”

Setelah pengantar tersebut, setiap bagian dari perihal administrasi, penelitian dosen, publikasi, dan program studi mulai melaporkan dan membacakan program tahun depan yang akan dimusyawarahkan bersama.

UNIDA Gontor ini ingin melaju kencang, siapa yang tidak ikut berlari akan tertinggal jauh. Terutama terhadap kebijakan yang akan diambil, termasuk kebijakan-kebijakan di Prodi yang beberapa akan dialihkan di Fakultas, maka dalam menghadapi hal ini, kita juga harus memiliki sikap yang tepat.

“Dosen di UNIDA Gontor memiliki prinsip yang tetap, yaitu give, give, and give. Fakultas Tarbiyah harus mempertahankan bandul keseimbangan antarprodi, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, dan Tadris Bahasa Inggris. Menjadi prodi yang terbaik bukanlah perlombaan untuk menjadi yang terbaik di prodi lain, namun menjadi yang terbaik bersama-sama dalam meningkatkan dan memajukan fakultas,” ucap beliau melanjutkan arahan dan menaggapi beberapa laporan.

Kemudian Dr. Ihwan Mahmudi, M.Pd. menambahkan beberapa poin juga selaku Wakin Dekan I Fakultas Tarbiyah, “Dalam berorganisasi yang dibutuhkan bukan superman dan superwoman, cukup menjadi supertim untuk menjadikan tim kita Fakultas Tarbiyah ini tim yang solid dan kompak.”

“Harus maksimal dalam mengawal mahasiswa dan membimbing sampai akhir. Dimulai dari memperhatikan input dan output mahasiswa, jika input sudah baik, seharusnya output yang dihasilkan juga harus baik, termasuk prestasi, nilai, keaktifan, dan penelitian,” lanjut beliau.

Kemudian tanggapan lain dari Dr. Agus Budiman, M.Pd., “Dalam mencapai suatu target yang akan dicapai, akan menjadi realistis jika bisa membaca data yang ada dan mengadakan program secara tersistem dan terukur yang menyentuh langsung kepada mahasiswa. Program apapun yang baik untuk kepentingan mahasiswa, rencanakan dan laksanakan.”

Terakhir Dr. Heru Saiful Anwar, M.A., sebagai Wakil Dekan III, menambahkan poin penting lainnya dalam evaluasi ini, “Cita-cita kami dulu adalah menjadikan fakultas ini laboratorium dan cetakan guru terbaik di Indonesia, فاستبقوا الخيرات ini yang menjadi pondasi. Di mana harus diaplikasikan? di bagian masing-masing. Juga yang terakhir selain berusaha semaksimal mungkin dalam meningkatkan kinerja dan output Fakultas Tarbiyah, bertawakkal-lah selagi kita bisa, sesulit apapun itu.” Wa Allahu husnu al-musta’an. (Au. Riza N & Hibatul Wafi, M.Pd.)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *