Rapat Sosialisasi Penyusunan RPS Fakultas Tarbiyah

Rapat Sosialisasi Penyusunan RPS Fakultas Tarbiyah

Rapat kali ini dihelat dalam rangka Sosialisasi Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Sejalan dengan terbitnya kebijakan pemerintah tentang kurikulum berbasis Out Come.

Di awal pertemuan, Dr. Agus Budiman, M.Pd selaku dekan, berpesan bahwa:

“Ada keluhan tentang minimnya kehadiran mahasiswa dan mahasiswi guru di kelas. Hal ini, perlu ada pendekatan lanjutan. Bisa jadi mereka belum begitu cinta kepada fakultas atau prodi. Sehingga, kita perlu membuat kajian-kajian kecil. Di mana itu bisa mendekatkan dosen dengan mahasiswa.”

Selanjutnya, ustadz Luthfi Muhyiddin, M.Pd melaporkan sekilas kegiatan SPL di Lombok. Tepatnya di pondok Nurul Hakim. Kegiatannya seputar praktek belajar mengajar; dilengkapi pula dengan pembuatan RPP. Kegiatan tersebut ditutup dengan pentas seni.

Ustadz Agus Budiman menanggapi, bahwa “kegiatan SPL dan PPL merupakan kegiatan unggul yang perlu diprioritaskan. Apalagi di prodi PBA dan PAI. Karena, melalui itulah kesuksesan mereka diukur. Bahkan jika perlu, teaching dan microteaching nya diusahakan untuk diperbanyak. Latihan yang banyak tersebut, diperlukan untuk praktek secara nyata di masyarakat.”

Beliau turut berpesan tentang pemerataan jadwal pembimbing SPL dan PPL. Khususnya, bagi pembimbing senior. Baik ke dalam maupun luar negeri. Selain itu, beliau menekankan konsistensi penerbitan jurnal juga penagihan tulisan. Selain tulisan jurnal, perlu pula memperbanyak tulisan tentang kabar dan kegiatan kampus dan mahasiswa atau lainnya. Terkhusus di grup WA yang di dalamnya terdapat guru guru dan dosen senior.

Untuk strategi pendekatan kepada mahasiswa; ustadz Agus Budiman menekankan untuk mengundang dan mengumpulkan mahasiswa yang perlu dikejar agar menyelesaikan masa studinya di kampus. Apalagi yang di atas semester 8. Karena, usai semester 14 akan di-DO.

Usai break 15 menit; Dr. Agus Budiman, M.Pd mengawali acara Sosialisasi. Targetnya, membahas secara tuntas mengenai RPS.

Menurut beliau: “sejarah RPS dimulai dari KMI dahulu. Tahun 2006, yakni saya bersama ustadz Sutrisno Ahmad memulai pembuatan berkas ini. Yang mana, dibuat secara rigit untuk menghitung pencapaian pembelajaran. Selain itu, agar terjamin pula tersampaikannya materi ajar secara terstruktur kepada peserta didik.”

“Pembuatan RPS ini memang tugas konstitusional para dosen. Dan membutuhkan duduk bersama. Acara ini, sebetulnya turut mengundang pula dosen senior seperti ustadz Akrim Mariyat, ustadz Nur Syahid, juga lainnya. Meski kesemuanya telah memiliki kesibukan lainnya.”

“Mengutip KH Abdullah Syukri Zarkasyi, bahwa sebagai dosen wajib merasa ‘baru’ dan selalu melatih diri. Sehingga, jika sudah menjadi dosen selama setahun; maka kita katakan bahwa kita baru berlatih setahun. Jika sudah lima tahun, kita katakan bahwa kita ‘baru’ berlatih selama lima tahun. Bahkan, saat sudah 20 tahun sekalipun; tetap kita katakan bahwa kita ‘baru’ berlatih 20 tahun. Sikap ini perlu; agar kita selalu merasa muda dan bersemangat belajar.”

Kemudian, Dr Agus Budiman mensilakan Dr Ikhwan Mahmudi untuk memimpin rapat tentang RPS ini. Beliau memulai, bahwa “fakultas memerlukan dokumen tentang kurikulum dan RPS yang merupakan penjabaran dari visi dan misi UNIDA. Juga perlu menetapkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang selaras dengan Standar Kompetensi Lulusan. Hal ini juga mengacu pada KKNI.”

“Untuk menyusun RPS harus mengetahui dan mengacu pada Capaian Pembelajaran Lulusan milik prodi masing-masing. CPL tersebut akan didukung oleh semua RPS yang terdapat di dalamnya. Sehingga, CPL akan menjadi ‘ruh’ bagi program studi; sehingga orang mengetahui itu melalui RPS Mata Kuliah masing-masing. Mata Kuliah juga memilki Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang akan diturunkan ke dalam jumlah pertemuan tatap muka. Sebaran SKS nya juga perlu diratakan agar memberi kesempatan bagi yang mengulang Mata Kuliah.”

“Apapun Mata Kuliah di Prodi, wajib mendukung CPL; jika tidak, maka dapat dihapus melalui beberapa ketentuan.”

“Program pendidikan perlu mengacu pada Permenristekdikti no 44 tahun 2025. Level kualifikasinya harus disesuaikan dengan KKNI. Untuk S-1, ada di capaian level 6; yakni tahap ‘menguasai konsep teoritis’ pada suatu disiplin ilmu.”

“Standar Proses Pembelajaran diturunkan menjadi 1) Karakteristik, 2) Perencanaan, 3) Pelaksanaan, dan 4) Metode Pembelajarannya.”

“Urutan pembuatan RPS, dapat dimulai dari menuliskan CPL Prodi. Untuk dapat ‘dikaitkan’ dengan Mata Kuliah. Selanjutnya, menuliskan CPMK secukupnya saja; karena jika terlalu banyak, kita akan dituntut untuk menunjukkan indikator yang banyak pula. CPMK pun merupakan preogratif dari dosen yang membuatnya; karena dosen-lah yang dituntut lebih memahami struktur Mata Kuliah, dengan catatan: itu selaras dengan CPL.”

“Selanjutnya, perlu dilakukan pemetaan atas CPL. Karena, bisa jadi ada Mata Kuliah yang memiliki CPL lebih dari satu. Ini perlu selaras dengan ‘Peta Matriks Kurikulum’ di Prodi. Deskripsi mata kuliah juga perlu ditulis; yakni info terkait suatu mata kuliah, serta arah dan tujuannya. Berikutnya, menulis Bahan Ajar atau Materi yang akan dimasukkan. Dilanjutkan dengan Metode Penilaian. Ada trik untuk memudahkan peserta didik dalam belajar, yakni memberikan studi kasus. Daftar Bacaan atau referensi juga perlu disertakan. Di akhirnya, dibuat kolom otoritasi oleh Ketua Prodi dan Koordinator Mata Kuliah. Koordinator Mata Kuliah berperan jika materi yang diajarkan; diampu oleh lebih dari 1 orang atau memilki team teaching.”

“Setelah selesai dari RPS, diturunkan pula darinya Rencana Pembelajaran Mingguan (RPM). Ini akan membantu dosen dalam mempersiapkan diri untuk menguasai materi kuliah sebelum mengajar. Dalam kolom ‘Pengalaman Belajar Mahasiswa’ dituliskan tujuan dan harapan dari proses perkuliahan tersebut.”

Ustadz Agus mengakhiri dengan beberapa hal penting; bahwa RPS dan dokumennya akan diperlukan untuk akreditasi kampus. Juga standarisasi atas segala RPS di berbagai mata kuliah antar Fakultas sekalipun. Sesi tersebut akan dilanjutkan setelah break sholat dzuhur dan makan siang.

Penulis: M. Taqiyuddin, M.Ag.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *