SEMNASBAMA ( Seminar Nasional Bahasa Arab Mahasiswa ) di Universitas Negeri Malang

SEMNASBAMA ( Seminar Nasional Bahasa Arab Mahasiswa ) di Universitas Negeri Malang

UNIDA Gontor- Dua Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Darussalam Gontor berkesempatan mempresentasikan hasil penelitiannya dalam acara SEMNASBAMA (Seminar Nasional Bahasa Arab Mahasiswa) di Universitas Negeri Malang. Dalam acara ini  penelitian yang diusung oleh Faris Mirza Abdillah dan Ibnu Fitrianto berjudul “Konsep Penerapan Teori Wihdah dan Furu’iyah di Pondok Modern Darussalam Gontor Pusat’’.

Acara yang dilaksakan pada  14 Oktober 2017 dibuka oleh salah satu dosen sastra Universitas Negeri Malang. Di teruskan panel pembahasan oleh dua keynote sepeker yaitu Ahmad Fuad Efendi ketua IMLA’( Ittihad Mudarris Lughoh Arabiyah) dan Al Ustadz Munir Yusuf Abdul Hafidz Saleh sebagai native spaker  alumni magister universitas Libya. Adapun Jumlah paper yang terkumpul dan dipresentasikan pada  acara ini yaitu 29 paper dari berbagai Universitas di Indonesia.

Acara yang bertemakan “Antara Problematika dan cita-cita Mahasiswa dalam Pembelajaran Bahasa, Sastra dan Budaya Arab di Indonesia”. Ahmad Fuad Efendi ketua IMLA’(Ittihad Mudarris Lughoh Arabiyah) sebagai keynote speker Menyampaikan  pembahasannya dengan judul “Amalu tholabah Mustaqbaliyah lil-lighoh al- Arabiyah”. Sedangkan Al Ustadz Munir Yusuf Abdul hafidz Saleh, beliau menyampaikan presentasinya dengan judul “ Asar hadhoroh al- Islamiyah fii tadhwiri Lughoh”.

Dalam kesempatan ini Ahmad Fuad Efendi ketua IMLA’ sebagai keynote speker,  menyampaikan tantangan dalam mengembangkan bahasa Arab di Indonesia dan beberapa harapan tentang kebutuhan umat muslim di Indonesia terhadap Bahasa arab. Yaitu  sebagai bahasa umat muslim dimana Indonesia merupakan umat muslim dengan jumlah terbasar di dunia. Beliau mengatakan bahwa “kebutuan umat muslim terhadap guru-guru bahasa Arab tidak mungkin bisa terpenuhi di Indonesia”. Selaras dengan hal ini Al Ustadz Munir Yusuf Abdul Hafidz Saleh menyampaikan tentang peradaban islam serta pengaruhnnya dalam pembelajaran bahasa Arab.

Setelah dua keynote spaker menyampaikan pembahasannya. Acara dilanjutkan dengan panel pararel yang dibagi kebeberapa cluster. terdapat enam cluster sedangkan setiap clusternya terdiri dari empat pembicara. Dalam acara ini ada dua sesi: sesi presentasi dan diskusi. Acara di mulai dari jam dua siang kemudian istirahat dan ditutup setelah sholat asar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *