Silaturrahmi Fungsionaris Fakultas Tarbiyah 2021-2022

Silaturrahmi Fungsionaris Fakultas Tarbiyah 2021-2022

UNIDA Gontor – Mengawali tahun ajaran baru tahun 2021-2022/1442-1443 pada hari Rabu, 26 Mei 2021/14 Syawal 1442 H, Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor mengadakan perkumpulan mingguan dalam rangka silaturrahmi dengan seluruh fungsionaris Fakultas Tarbiyah.

Dr. Ihwan Mahmudi, M.Pd selaku Wakil Dekan I membuka perkumpulan pagi ini dengan memperkenalkan beberapa personil baru fungsionaris dari dosen maupun staf Fakultas Tarbiyah. Beliau melanjutkan dengan memberikan beberapa pesan penting tentang peningkatan nilai dan kualitas individu sebagai tajdidu an-niyah (memperbarui niat) di tahun ajaran baru ini, terutama dalam peningkatan ubudiyyah diri. Ibadah itu tidak terbatas ibadah ritual, semua aktifitas yang kita kerjakan dengan niat tulus ikhlas juga termasuk ibadah. “Alhamdulillah, mahasiswa Fakultas Tarbiyah paling banyak menyumbangkan mahasiswa/i di wisuda 37, yaitu seperempat dari jumlah seluruh mahasiswa yang akan mengikuti wisuda, atau 200 dari 800 mahasiswa,” tutur beliau.

Setelah itu, sambutan dilanjutkan oleh Wakil Dekan II, Dr. Azmi Zarkasyi, M.A. Beliau menceritakan sedikit tentang sejarah bulan Syawal yang merupakan bulan peningkatan, yaitu peningkatan amal manusia. Syawal artinya Syalatil ibil (unta mengangkat ekor), yang mana unta jantan tidak mau dinikahi, maka diharamkan menikah di bulan syawwal pada zaman jahiliyah. Namun di zaman Rasulullah SAW menyelisihi kaum jahiliyah dan menikahi Aisyah R.A. di bulan Syawwal. “Umat Yahudi dan Nasrani bekerja keras untuk materi, kita jangan sampai seperti itu. Cara kita menyelisihinya adalah dengan bekerja penuh keikhlasan dan banyak syukur atas kesempatan kita semua di Fakultas Tarbiyah ini,” tegas beliau.

Lalu dilanjutkan oleh al-Ustadz Ahmad Rijal Khoiruddin, sebagai Sekretaris Fakultas Tarbiyah melaporkan terkait kesekretariatan fakultas dan beberapa info fakultas, seperti; SK Yudisium Fakultas Tarbiyah dengan 203 mahasiswa/i yang sudah melaksanakan sidang skripsi (PAI 127 mahasiswa/i & PBA 76 mahasiswa/i), pemilihan mahasiswa terbaik berdasarkan skripsi dan IPK dan IPKs masing-masing prodi, SK Panitia Reakreditasi Prodi, dan lain-lain, hingga dilanjutkan dengan pembacaan ulang struktur Fungsionaris Fakultas Tarbiyah 2021-2022.

Menanggapi laporan sebelumnya, Dr. Agus Budiman, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah menyampaikan, “Pada awal ini, ada beberapa hal yang sifatnya refresh dan ada yang baru. Seperti pengangkatan Ka.Prodi baru di TBI (Tadris Bahasa Inggris) sehingga ini merupakan tantangan besar ke depannya, maka harus bisa jaga spirit dan membangun ruh al-mudarris (jiwa seorang guru). Target kita sesungguhnya bukan sedikit dan banyaknya mahasiswa, tapi kualitas dan sehatnya suatu prodi, yang akan menarik para mahasiswa masuk ke prodi secara otomatis.”

“Kita mendapat amanah besar untuk membuka program studi baru yaitu Manajemen Pesantren, ini akan membawa keuntungan besar bagi Gontor, karena segala kegiatan di Gontor akan terumuskan teorinya di sini. Dan oleh karena itu, ke depannya akan dibuat tim penyusun Program Studi baru Manajemen Pesantren dan juga Program PAI Magister,” tambah beliau.

K.H. Heru Saiful Anwar, M.A. (Wakil Dekan III) menegaskan bahwa perjuangan setiap individu disini adalah ibadah, termasuk dalam mendukung terbukanya Prodi Magister PAI di UNIDA Gontor, maka niat dan tujuan semua ini adalah untuk ibadah, tidak yang lain.

Pesan yang harus selalu diingat dan digaris bawahi adalah bahwa data yang belum terdokumentasi dengan baik adalah dongeng (kutipan Ibnu Khaldun). Dari sini kita belajar dan menjadikan kalimat tersebut sebagai pijakan dalam hal dokumentasi. Kita ini sudah memenuhi syarat untuk sukses, jika belum sukses, maka pasti ada yang salah dari indibidunya. Ketika kita meningkatkan kualitas individu, secara tidak langsung akan membantu fakultas, prodi, bahkan universitas.

Terakhir adalah laporan umum dari setiap prodi dilanjutkan dengan kalimat penutup oleh K.H. Heru Saiful Anwar, M.A. Beliau berdoa agar kita semua selalu ikhlas dalam berjuang, ikhlas dalam beribadah. Kemudian acara ditutup dengan doa bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *